Depok, 15 Agustus 2026 — SMK Putra Bangsa melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Pancawaluya selama dua hari, pada 11–12 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya kerja positif sekaligus memperkuat karakter seluruh warga sekolah.
IHT Pancawaluya tahun 2026 mengangkat tema “Gapura Pancawaluya sebagai Budaya Kerja Positif dalam Mewujudkan Sekolah Berkarakter.” Tema tersebut menjadi landasan dalam membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga pendidik, tetapi merupakan komitmen seluruh unsur yang berada di lingkungan sekolah.
Kegiatan IHT diikuti oleh seluruh unsur warga SMK Putra Bangsa, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai kebersihan, security, perwakilan yayasan, perwakilan orang tua siswa, hingga perwakilan siswa. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, aman, nyaman, dan berkarakter.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai nilai-nilai Pancawaluya serta bagaimana nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam budaya kerja dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Peserta juga diajak untuk membangun pemahaman bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan suasana sekolah yang mencerminkan karakter positif.
Konsep Gapura Pancawaluya menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan IHT. Gapura tidak hanya dimaknai sebagai sebuah simbol atau pintu masuk secara fisik, tetapi juga sebagai gambaran nilai dan budaya yang harus menjadi bagian dari kehidupan seluruh warga sekolah.
Melalui IHT ini, SMK Putra Bangsa berupaya membangun budaya kerja yang mengedepankan sikap profesional, disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai, bekerja sama, serta memberikan keteladanan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran, pelayanan administrasi, interaksi antarsesama warga sekolah, hingga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan orang tua.
Kehadiran perwakilan yayasan, orang tua, dan siswa juga memberikan makna penting dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi antara sekolah, yayasan, orang tua, dan siswa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya karakter peserta didik.
Kepala SMK Putra Bangsa dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya menjadikan Pancawaluya bukan sekadar materi atau slogan, tetapi sebagai budaya yang diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata setiap hari. Dengan demikian, nilai-nilai karakter dapat tumbuh secara konsisten dan menjadi identitas positif sekolah.
Pelaksanaan IHT Pancawaluya selama dua hari ini diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama seluruh warga SMK Putra Bangsa untuk terus membangun budaya kerja yang positif. Semangat tersebut menjadi langkah penting dalam mewujudkan SMK Putra Bangsa sebagai sekolah yang berkarakter, profesional, kolaboratif, dan mampu memberikan lingkungan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Dengan semangat “Gapura Pancawaluya sebagai Budaya Kerja Positif dalam Mewujudkan Sekolah Berkarakter,” seluruh warga SMK Putra Bangsa diharapkan mampu menjadi bagian dari perubahan positif dan bersama-sama membangun budaya sekolah yang semakin kuat, harmonis, dan berkarakter.







