SMK PUTRA BANGSA DEPOK, KOTA DEPOK – Cahaya Safitri, seorang siswa kelas XII MP 3 di SMK Putra Bangsa Depok, berhasil menampilkan bakat seninya di tingkat nasional dengan meraih posisi Juara 2 dalam Lomba Tari Tradisional Nusantara Kategori Tunggal. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pribadi Cahaya, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar sekolahnya.
Keberhasilan Cahaya dalam kompetisi bergengsi tersebut diapresiasi secara tinggi oleh pimpinan sekolah. Kepala SMK Putra Bangsa Depok, Ade Kurnia, dalam pernyataannya menekankan bahwa capaian ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan dari perseorangan. Lebih jauh, beliau mengungkapkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi oleh Cahaya sebagai penari tunggal.
“Karena, dengan tampil tari tunggal, tentunya mental untuk menampilkan tari tradisional yang terbaik tentu lebih menantang,” ujar Ade Kurnia, menyoroti aspek mental dan keberanian yang dituntut dalam kategori lomba tersebut.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa prestasi Cahaya bukan sekadar tentang penguasaan gerak, tetapi juga tentang ketangguhan psikologis dan kepercayaan diri di atas panggung.
Diketahui bahwa bakat dan minat Cahaya Safitri dalam seni tari telah terus diasah melalui wadah yang tepat di sekolah.
“Cahaya adalah siswa yang tergabung dalam ekstrakulikuler (ekskul) tari tradisional di SMK Putra Bangsa Depok,” jelas Ade Kurnia.
Fakta ini menunjukkan bahwa prestasi gemilang tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari pembinaan yang konsisten dan dukungan sistem yang memfasilitasi bakat siswa.
Pencapaian Cahaya Safitri ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokal tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi keahlian utama, tetapi juga turut memperkaya life skill dan karakter siswa melalui kegiatan non-akademik. Kemenangannya di Lomba Tari Tradisional Nusantara juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berani mengekspresikan bakat dan berkompetisi secara sehat.
“Diharapkan dengan diraihnya prestasi ini, nama SMK Putra Bangsa Depok semakin dikenal sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap pengembangan potensi siswa secara utuh dan menyeluruh, tidak hanya di bidang akademik dan vokasional, tetapi juga dalam pelestarian warisan budaya nasional melalui seni tari tradisional,” katanya. (*)

